Home » » Siswa SMADAHA Menyambut Gran Fondo 2015

Siswa SMADAHA Menyambut Gran Fondo 2015

Written By smadahakdr on Thursday, August 27, 2015 | 3:33 AM

SMADAHA - GRAN Fondo Jawa Pos (GFJP) East Java 2015 merupakan evolusi berbagai eventbersepeda menantang yang pernah diselenggarakan Jawa Pos Cycling.

’’Jarak jauh, tanjakan berat, dibumbui dengan kontes King of the Mountain (KOM, Red) plus beberapa ide tambahan akan kami terapkan dalam eventbaru ini,’’ kata Azrul Ananda, direktur utama Jawa Pos Koran.
Rencananya, GFJP East Java 2015 diselenggarakan akhir Agustus mendatang, dengan pendaftaran dibuka dalam waktu dekat.
’’Waktu dan lain-lainnya segera kami umumkan setelah segala perencanaan matang. Jawa Pos Cycling telah membangun reputasi sebagai penyelenggaraevent bersepeda terbaik. Kami ingin terus melanjutkan itu dan mengembangkannya lagi,’’ tambah Azrul.
Yang saat ini sudah bisa ’’dibuka’’ panitia adalah rutenya. Start dari Surabaya, hari pertama GFJP East Java 2015 akan menuju Gunung Kelud, lalu berakhir di Kota Kediri.
Setelah menginap semalam, pada hari kedua, rutenya menuju Madiun, Magetan, dan finis di Danau Sarangan.
Total kilometernya bakal lebih dari 300 km, dengan detail final rute akan diumumkan setelah evaluasi tes rute weekend ini.
Sabtu (16/5), rombongan yang berjumlah 35 orang telah menjajal rute hari pertama. Kebanyakan dari Surabaya Road Bike Community (SRBC). Tapi, ada pula yang dari Jakarta, Singapura, Banyuwangi, serta beberapa kota lain.
Rute yang dijajal pada hari pertama adalah Surabaya ke Kediri melewati Mojokerto dan naik dulu ke Kawasan Wisata Gunung Kelud. Total menanjak ’’hanya’’ sekitar 700 meter, dengan kemiringan maksimal ’’hanya’’ 8 persen. Tapi, jarak tempuhnya lumayan, total 184 km ketika tiba di Balai Kota Kediri.
Ini diakui sendiri oleh sejumlah cyclist. ’’Cuaca bisa sangat menantang. Hari ini memang tidak terlalu panas. Namun, situasinya bisa berbeda saat jalannya event,’’ ucap Choon Wei, cyclist asal Singapura.
’’Kondisi jalan juga bisa sangat menyakitkan bagi cyclist. Bahkan membahayakan. Jika tak berhati-hati dan menjadi panik, mereka bisa kehilangan keseimbangan. Tanjakan di sini juga bagus. Tidak terlalu sulit, namun juga tidak mudah. Bagi saya, sangat menyenangkan mengalami pengalaman berbeda dengan pemandangan yang berbeda pula,’’ tambahnya, panjang lebar.
Soal cuaca juga diungkapkan Ketua SRBC Khoiri Soetomo. ’’Perkiraan saya, suhu tertinggi mencapai 36–38 derajat. Dengan panas seperti itu, cyclist bisa berkunang-kunang melihat pantulan sinar dari aspal. Itulah yang membuat rute ini bertambah menarik,’’ ungkapnya.
Ucapan menarik lainnya juga datang dari Ketua BRCC Guntur Priambodo. ’’False flat bisa membuat peserta tertipu. Jalan terlihat datar, tapi dengan adanya hal itu, bisa membuat kaki nggantung terus dan bisa lebih cepat capek. Hari ini cuaca tidak terlalu panas. Sekitar 29,2 derajat. Tapi, nanti pada Agustus bisa mencapai 36 derajat,’’ tuturnya.
Di Kediri, rombongan disambut langsung oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang masih sangat muda, 36 tahun. ’’Di Kediri banyak komunitas sepeda. Ajang ini sangat bagus untuk memperkenalkan komunitas lokal kepada komunitas internasional,’’ ungkapnya.
Setelah beristirahat, Minggu (17/5) perjalanan berlanjut menuju Madiun dan berakhir dengan tanjakan menantang menuju Sarangan. Total jarak hari kedua sekitar 145 km.
’’Setelah tes rute ini, kami akan mengevaluasi secara detail. Mendengarkan masukan-masukan peserta tes rute. Kebetulan, peserta tes rute sangat variatif. Ada yang atlet dan ada yang cyclist kasual. Jadi, kami bisa menyiapkan rute yang ramah untuk pemula, tapi cukup menantang untuk mereka yang sangat serius,’’ tegas Azrul. (rif/mat/c5/ano)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | SMA Pawyatan Daha Kediri | Masatox
Copyright © 2015. SMA PAWYATAN DAHA KEDIRI - All Rights Reserved
Template Creating Website Published by masatox
Terima Kasih Kunjungannya Salam Sukses Mulia